Olimpiade Jaringan MikroTik merupakan kompetisi tingkat nasional antarsiswa SMK bidang TKJ/TJKT/SIJA yang menguji pengetahuan dan kemampuan peserta dalam dunia jaringan komputer. Pada penyelenggaraan tahun 2026, OJM memasuki penyelenggaraan yang kesembilan.
Masuk 30 Besar dari 75 Video Peserta
Berdasarkan Pengumuman Hasil Seleksi Tahap 2 Olimpiade Jaringan MikroTik 2026, dewan juri melakukan penilaian terhadap 75 video yang dikumpulkan peserta dan menetapkan 30 peserta yang berhak melanjutkan ke tahap berikutnya.
Nama peserta dari SMK Labor Binaan FKIP UNRI Pekanbaru, Provinsi Riau, tercantum dalam daftar 30 peserta yang lolos tersebut dengan nomor peserta 26010030909.
Capaian ini menjadi prestasi tersendiri bagi SMK Labor karena Muammar Almer Khadafi Daulay dan Rakha Maulana berhasil melewati dua tahapan seleksi dalam kompetisi jaringan tingkat nasional yang diikuti 437 peserta dari berbagai daerah di Indonesia dengan
Lanjut ke Seleksi Tahap 3: Wawancara
Setelah dinyatakan lolos 30 besar, peserta mengikuti Seleksi Tahap 3 berupa wawancara yang dilaksanakan secara daring pada 29 September–1 Oktober 2026. Berdasarkan jadwal resmi, nomor peserta SMK Labor 26010030909 mendapatkan jadwal wawancara pada 1 Oktober 2026 pukul 10.00–10.30 WIB.
Dalam ketentuan teknis, wawancara dilakukan melalui aplikasi Zoom. Peserta diwajibkan menyiapkan perangkat sesuai ketentuan, masuk ke ruang tunggu 15 menit sebelum jadwal, serta mengikuti proses wawancara secara mandiri tanpa menggunakan catatan atau mendapatkan bantuan dari pihak lain.
Sementara itu, laman resmi Olimpiade Jaringan MikroTik mencatat bahwa Tahap 3: Wawancara berlangsung 29 September–1 Oktober 2026, sedangkan pengumuman hasil tahap tersebut dijadwalkan pada 2 Oktober 2026 pukul 14.00 WIB. Tim yang lolos tahap 3 akan melanjutkan proses melalui Zoom, sementara peserta lainnya dapat mengikuti pengumuman melalui YouTube.
Bukti Konsistensi Pembinaan Kompetensi Jaringan
Keberhasilan Muammar dan Rakha menembus 30 besar nasional menjadi bukti konsistensi pembinaan kompetensi jaringan komputer di SMK Labor Binaan FKIP UNRI. Sebelumnya, kedua siswa tersebut juga telah menunjukkan kemampuan mereka melalui berbagai kompetisi bidang networking, sehingga pengalaman berkompetisi menjadi modal penting dalam menghadapi Olimpiade Jaringan MikroTik 2026.
Guru pembimbing, Muhammad Addinillah, S.Kom, menyampaikan apresiasi atas perjuangan kedua siswa tersebut.
“Kami sangat bangga Almer dan Rakha berhasil masuk 30 besar nasional. Ini bukan hanya tentang hasil akhir, tetapi juga tentang keberanian mereka berkompetisi, proses latihan, dan kemampuan untuk terus belajar. Kami berharap keduanya dapat memberikan kemampuan terbaik pada tahap wawancara.”
Menurutnya, kompetisi seperti Olimpiade Jaringan MikroTik memiliki nilai penting bagi pendidikan vokasi karena memberikan kesempatan kepada siswa untuk menguji kompetensi yang mereka pelajari di sekolah dalam lingkungan kompetisi yang sesungguhnya.
Berharap Melaju ke Babak Final
Olimpiade Jaringan MikroTik 2026 dijadwalkan memasuki babak final pada 19–23 Oktober 2026 di Yogyakarta.
Bagi keluarga besar SMK Labor Binaan FKIP UNRI, lolosnya Muammar Almer Khadafi Daulay dan Rakha Maulana ke 30 besar nasional merupakan capaian yang patut diapresiasi sekaligus menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus mengembangkan kompetensi di bidang teknologi jaringan.
Seluruh warga sekolah berharap kedua siswa kelas XII TKJ tersebut dapat melewati Seleksi Tahap 3 dengan hasil terbaik dan melanjutkan perjuangan hingga babak final, sekaligus kembali membawa nama baik SMK Labor Binaan FKIP UNRI, Kota Pekanbaru, dan Provinsi Riau di kancah nasional.


COMMENTS